LOGIN

USER NAME :

PASSWORD :

RECENT VIEWERS

Search

Memuat...
Kamis, 24 Desember 2009


Ada suatu hal menarik yang ingin saya sampaikan mengenai nama kota Makassar. Biasanya  kita terpengaruh dengan nama-nama asing. Tetapi sebaliknya, banyak nama kota Makassar di belahan dunia lain. Ini menarik! Di Afrika Selatan ada kota dengan nama Macassar. Jelas, karena banyak imigran asal Makassar di sana. Di Mozambique (Mosambik) juga ada kota bernama Macassar. Kurang tahu, apa ada orang Makassar di sana. Umumnya kampung tempat rantauan orang Bugis atau Makassar, berada di tepi pantai. Sedangkan kota
ini ada jauh di pedalaman Mosambik.

Dibawah keterangan mengenai daerah Makassar di Mozambique yang dikutip dari Wikipedia:

Rabu, 23 Desember 2009

Kota Cape Town yang indah terletak di semenanjung ujung selatan benua Afrika. Di sana, ada sebuah gunung setinggi 1.086 meter yang yang dinamai Table Mountain, karena bentuk plateau-nya datar seperti meja, dilengkapi dengan taplaknya dari awan putih, yang menjadi latar spektakuler. Di lerengnya, terdapat University of Cape Town tempat Dr. Christian Barnaard melakukan operasi cangkok jantung pertama di dunia. Di pusat kola ada benteng kuno VOC yang didirikan tahun 1666. Kota ini memang didirikan di tahun 1652 oleh Jan van Riebeeck, komandan armada laut Belanda. Di seberang teluk terdapat sebuah pulau, Robben Island, tempat Nelson Mandela dipenjara selama 28 tabun. Semenanjung, ini 60 juta tahun yang lalu adalah sebuah pulau terpisah dari Afrika.

Ada yang lebih menarik. Bila kita naik mobil ke arah timur lewat jalan raya utama menuju Port Elizabeth, setelah melewati bandara, kita akan sampai di Kota Kuilsrivier. Pada kilometer 38,5 kita akan sampai di kota Faure, yakni di persimpangan jalan menuju Kota Stellenbosch di utara. Di tepi jalan, akan terlihat sebuah papan nama bertuliskan: Makassar. Ini tidak salah, memang desa ini bernama Makassar. Di desa ini, terdapat sebuah jalan setapak mendaki bukit kecil yang berangin kencang. Di puncaknya, kita temukan bangunan kecil berkubah hijau yang menaungi makam yang sangat dihormati dan dianggap keramat oleh Muslim Afrika Selatan. Setiap calon jamaah haji di sana, baik yang awan maupun intelektual, tidak berani berangkat ke Mekah sebelum ziarah ke makam ini. Tujuannya untuk berterima kasih kepada orang yang sangat berjasa menyelamatkan Afrika Selatan dari kegelapan menuju Islam.


Orang yang dimaksud adalah Syekh Yusuf Tajul Khalwati, ulama pejuang pembawa Islam ke Afrika Selatan. Dia lahir di Gowa, Makassar, 16 juli 1626. Sejak kecil sudah mampu menamatkan Al Quran. Dia kemudian mendalami ilmu fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Pada Usia l9 tahun, dia ikut kapal Portugis berlayar ke Mekah, melalui Banten, Aceh, dan Yaman. Di Aceh berguru pada Syekh Nuruddin ar-Raniri sampai memperolch ijazah Tarekat Qadiriah. Di Yaman, mendapatkan ijazah Tarekat Naqsyabandiyah dan Tarekat Ba'lawiyah dari Syekh Abdullah Muhammad Abdul Baqi' dan Sayid Ali Zubaidi. Setelah selesai menunaikan haji di Mekah, dia pergi ke Madinah. Di sana berguru kepada Syekh Burhanuddin al-Milah sampai mendapat ijazah Tarekat Syattariah. Tidak puas, dia memenuhi "rasa hausnya" ke negeri Syam. Di sanalah dia mendapat gelar Tajul Khalwati Hadiyatullah dari gurunya, Syekh Abul Barkah Ayyub. Sepulang ke tanah air, dia berdakwah di Sulawesi, lalu menetap di Banten.